3 Lembaga Pendidikan Islam Masa Dinasti Umayyah

3 Lembaga Pendidikan Islam Masa Dinasti Umayyah

Lembaga pendidikan Islam yang berkembang pada masa ini tidak bisa dilepaskan dari masa-masa sebelumnya. 

Dinasti Umayyah masih memfungsikan masjid sebagai tempat belajar mengajar masyarakat Muslim.

Selain itu, muncul lembaga-lembaga pendidikan baru seperti Istana, Badiah, dan Bimaristan. 

Adapun penjelasan ketiga lembaga pendidikan Islam masa Dinasti Umayyah diuraikan sebagai berikut:

#1 Istana sebagai Lembaga Pendidikan Islam

Pendidikan Islam yang dilakukan di istana Dinasti Umayyah disebut dengan Qushur. 

Pendidikan ini diperuntukkan untuk putra-putri khalifah dan para pembesar Dinasti Umayyah.

Para pendidik dalam istana disebut dengan muaddib. Merekalah yang mendidik para putra-putri bangsawan mulai dari segi budi pekerti, kognitif, afektif, dan psikomotorik. 

Dalam pembelajaran, para muaddib turut melibatkan orang tua yakni para khalifah dan pembesar istana untuk memberi tambahan materi belajar.

Tambahan materi belajar disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing khalifah dan pembesar istana, lantaran mereka tengah menyiapkan putra-putri mereka untuk memikul tanggung jawab negara dan agama pada masa selanjutnya. 

#2 Badiah sebagai Tempat Belajar Bahasa Arab Murni

Badiah merupakan nama suatu dusun di Padang Sahara, dimana orang-orang Baduwi tinggal di dalamnya.

Lembaga pendidikan Islam Badiah muncul seiring kebijakan Arabisasi yang dikeluarkan oleh khalifah kelima Dinasti Umayyah, yaitu Khalifah Abdul Malik bin Marwan.

Adanya kebijakan tersebut mendorong masyarakat Muslim berbondong-bondong mempelajari bahasa Arab yang kala itu menjadi bahasa resmi negara. 

Oleh karena itu, mereka menuju Badiah untuk menimba ilmu pengetahuan seputar bahasa Arab.

Badiah dianggap sebagai suatu dusun yang masih mempertahankan keaslian dan kefasihan bahasa Arab sesuai kaidah bahasa Arab. 

Adanya pendidikan Islam di Badiah turut mendorong lahirnya ilmu qawaid dan cabang ilmu lain untuk mempelajari bahasa Arab.

Selain itu, bahasa Arab juga berkembang ke berbagai wilayah seperti Irak, Syria, Mesir, Lebanon, Libia, Tunisia, Aljazair, Maroko, Saudi Arabia, Yaman hingga Uni Emirat Arab. 

#3 Bimaristan sebagai Rumah Sakit Pendidikan

Bamaristan merupakan rumah sakit yang juga difungsikan sebagai tempat melakukan penelitan dan latihan bagi para calon tabib atau dokter pada masa Dinasti Umayyah

Pada masa pemerintahan Khalifah Khalid ibn Yazid, ia mengeluarkan kebijakan penerjemahan.

Khalifah Khalid ibn Yazid menyediakan sejumlah dana dan memerintahkan para sarjana Yunani yang tinggal di Mesir untuk menerjemahkan buku kimia dan kedokteran ke dalam bahasa Arab.

Kegiatan penerjemahan buku-buku tersebut dilakukan di Bimaristan.

Post a Comment for "3 Lembaga Pendidikan Islam Masa Dinasti Umayyah"